Sekilas Sejarah WaW Magazine Nesacis

Di awali dengan pelatihan jurnalistik oleh Saba Sakola SK. Priangan pada April 2005. Saat itu Duddy RS redaktur Saba Sakola, memberi materi tentang ilmu jurnalistik. Peserta pelatihan cukup antusias karena diikuti oleh 80 orang lebih siswa/i SMPN 1 Ciamis. Tindak lanjut dari pelatihan itu, Duddy RS memberi kesempatan pada para peserta untuk menulis di rubrik Saba Sakola. Maka bermunculanlah tulisan-tulisan para pelajar SMPN 1 Ciamis di Saba Sakola itu.

Pada suatu kesempatan, Duddy RS meminta pada Rika Sergeyev dkk untuk meliput Hardiknas tingkat Jawa Barat di Alun-alun Ciamis. Dengan target harus bisa mewawancarai Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, Kadisdik Jawa Barat Dadang Daly, Bupati Ciamis Engkon Komara dan Kadisdik Ciamis Wawan S. Arifien. Dan tentu saja meliput secara utuh jalannya peristiwa Hardiknas itu.

Target yang dibebankan oleh Duddy RS cukup berat. Akan tetapi dengan penu perjuangan dan semangat pantang menyerah, semua tokoh tersebut dapat diwawancarai. Bahkan ketika sedang mewawancarai Bupati Ciamis, dengan polos dan nyeleneh Rika Sergeyev meminta seperangkat Komputer untuk fasilitas pembuatan Majalah - Padahal para jurnalis nesacis tersebut belum pernah memikirkan untuk membuat sebuah majalah. Tapi dasar Sergeyev, ada aja idenya- Tanpa diduga, Bapak Engkon menjanjikan memberikan seperangkat komputer komplit dengan berbagai fasilitas pendukung untuk membuat sebuah majalah.

Tentu saja janji bupati itu disambut dengan suka cita. Masih pada hari itu juga, seluruh peliput Hardiknas berkumpul untuk menindaklanjuti rencana pembuatan majalah. Langkah pertama saat itu sepakat memberi nama ekskul jurnalis. Tersebutlah sebuah nama dari Rika Sergeyev, Padmasana. Yang artinya "tahta" atau "mahkota".

Hanya berselang satu bulan, seperangkat komputer dari Bapak Bupati Ciamis sudah diterima. Barbagai persiapan-pun dilakukan. Seperti membuat rubrik dengan nama-nama rubriknya, Jadwal liputan, dan menentukan susunan redaksi. Sedangkan nama majalahnya sendiri diberikan oleh Bapak Yudi Nugraha yaitu, Warta Wastu. Warta arinya berita sedangakan Wastu kependekan dari Warga SMPN Satu.

Persiapan hanya 1 bulan, berbagai liputan dilakukan. Desain logo nama gencar didiskusikan. Akhirnya pada 1 Juli 2005, Majalah Warta Wastu edisi 1 terbit!


Ternyata edisi 1 Majalah Warta Wastu belum memuaskan. Trutama dari segi desaign grafis dan layout yang masih konvensional. Logo dan namapun diperdebatkan. Edisi ke 2 terbit dengan berbagai perubahan. Bentuk logo dirombak total, nama Warta Wastu masih tetap dipertahankan. Edisi 3-pun terbit, masih tetap belum puas.

Akhirnya, dalam sebuah pelatihan jurnalistik masih dengan Duddy RS. Nama Warta Wastu yang dirasa tidak familiar di kalangan remaja, kemudian disingkat menjadi "WaW". Edisi 4 pun terbit, tapi respon masih biasa-biasa saja dari para pembaca. Kembali dilakukan evaluasi. Hasinya adalah, desaign grafis harus dirombak total dengan gaya remaja. Maka dipanggilah seorang layouting yang berselara remaja untuk memberikan pengarahan, dia adalah Yuda Gunawan.

Edisi 5 pun terbit. Dan sungguh luar biasa sambutannya, majalah WaW telah menemukan bentuk, walau belum sempurna. Hingga kini majalah WaW masih tetap eksis secara continu setiap bulan. Dan telah menerbitkan 28 edisi. Bahkan sejak 1 tahun yang lalu, majalah WaW sudah mempunyai halaman warna sebanyak 6 halaman dari 28 halaman yang tersedia.

sumber: http://wawnesacis.blogspot.com/2007/11/kami-waw-magazine.html

Post a Comment

No comments