Seberapa Sempit Rumah Tinggal Kita?

Memiliki rumah yang layak sebagai tempat tinggal keluarga adalah cita-cita yang wajar dan sudah seharusnya dimiliki setiap orang. Kebutuhan tersebut berkembang secara dinamis sesuai dengan perkembangan keluarga. Tapi terkadang pandangan pada keadaan orang lain, apalagi jika dihinggapi perasaan iri, menutupi rasa syukur pada nikmat yang sudah diperoleh selama ini.

8 buah karya fotografi yang diunggah pada laman bigpicture.ru menyajikan beberapa gambaran dramatis tentang isi flat apartemen yang sesak di Hongkong dari perspektif unik, yaitu dari arah atap ruangan. Kumpulan foto tersebut menunjukkan bahwa di belahan dunia yang lain, bahkan di tempat yang konon sangat makmur, ada manusia yang berkutat dengan keadaan yang jauh lebih bersahaja dibanding kita.

Sekitar seratus ribu orang diperkirakan tidak memiliki akses kepada perumahan yang layak di Hongkong.

Banyak diantara mereka yang tinggal di apartemen mungil berukuran 3 meter persegi ini (kamar 2 m x 1,5 m) adalah orang tua, anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Foto-foto ini dibuat oleh organisasi "Society for Co-hosting" untuk menarik perhatian pemerintah Hongkong agar lebih memperhatikan masalah perumahan. Sekali lagi, karya seni (fotografi) dapat menjadi alternatif perjuangan masyarakat untuk menuntut hak atas kehidupan yang lebih baik.

Anak-anak yang tidur atau belajar, barang-barang keperluan rumah tangga, dan segalanya, semua terdapat di dalam ruangan ini.

Orang-orang yang kurang beruntung ini bukan saja tak sanggup membeli atau tinggal di rumah yang mahal, tetapi untuk memesan rumah pun harus antre selama bertahun-tahun karena keterbatasan sarana tersebut.

Kota terus berkembang, tetapi kondisi sebagian penduduk masih sangat memprihatinkan. Bagaimana dengan di negeri kita?

Hongkong adalah salah satu kota termahal di dunia, tetapi di tempat tersebut juga terdapat kemiskinan yang luar biasa.

Ratusan ribu orang masih tinggal di rumah balok kayu, atau rumah sel, dan keluarga baru tanpa pekerjaan dari Cina dan anak-anak miskin harus bertahan hidup setiap harinya di tempat tersebut.

Semoga foto-foto tersebut menjadi pengingat agar kita semakin bersyukur atas limpahan nikmat-Nya yang sudah ada, tanpa mengecilkan impian untuk memperoleh keadaan yang lebih baik di masa depan. Kondisi sangat mengenaskan di bumi pertiwi juga sangat banyak terjadi dan kadang luput dari perhatian kita.

Post a Comment

No comments