Tak Ada Lagi Kepala Sekolah Merangkap Sekretaris dan Bendahara


Penyerahan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) Triwulan I, Januari-Maret 2013, baru saja dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate Bandung pada hari Jumat, 18 Januari 2013.

Pemprop Jabar menerima alokasi total dana BOS sebesar Rp 4,161 triliun untuk triwulan I tahun 2013. Sekolah Dasar (SD) dan SD Luar Biasa (SDLB) menerima sekitar Rp 2,761 triliun, sementara itu Sekolah Menengah Pertama (SMP), SMP Luar Biasa (SMPLB), dan SMP terbuka sekitar Rp 1,219 triliun, serta cadangan untuk semua sekolah sekitar Rp 179 miliar. Dana tersebut untuk 1 tahun dengan rincian siswa SD/SDLB Rp580 ribu/siswa/tahun dan siswa SMP, SMPLB, SMP terbuka mendapat Rp 710 ribu/siswa/tahun.

Acara penyerahan dana BOS, sebagaimana dilaporkan Pikiran Rakyat diwarnai pula dengan peluncuran software tata cara pelaporan BOS, sehingga diharapkan laporan penggunaan dana tersebut menjadi lebih baik.

Peluncuran software tersebut disebut Gubernur Jabar sebagai inisiatif Pemprop Jabar yang sudah didistribusikan dan telah pula disertai dengan pelatihan penggunaannya. Pembuatan laporan Pelaporan dana BOS nantinya akan dapat dilihat semua orang dan tertata lebih rapi.

Harapan Gubernur agar tidak ada lagi Kepala Sekolah merangkap menjadi Sekretaris dan Bendahara, nampaknya merupakan sinyal telah terjadinya praktek serupa itu selama ini. Hal tersebut mudah diduga merupakan celah peluang yang rawan menyebabkan terjadinya penyimpangan.

Berita baik peluncuran software pelaporan BOS oleh pemprop Jabar, sebagai upaya perbaikan penggunaan dana pendidikan yang berasal dari uang rakyat, layak mendapat apresiasi publik secara proporsional. Penggunaan software yang dapat digunakan secara mudah, hanya memerlukan operator dan komputer, diharapkan menjadi cara efektif mengawal penggunaan dana BOS di lapangan.

Benarkah tak akan ada lagi Kepsek 'merangkap' menjadi sekretaris dan bendahara di masa depan? Masalahnya adalah secanggih apapun sistem yang digunakan oleh penentu dan pelaksana kebijakan, pada akhirnya akan berpulang pada 'man behind the gun' dalam operasionalisasinya.

Semoga dunia pendidikan akan menjadi lebih baik di masa yang akan datang, dibawah penanganan para pihak yang amanah dan profesional, didukung pengawasan publik yang berpihak pada kemajuan dan perbaikan.

Post a Comment

No comments