Kisah Pak Dahli Belajar Electone

Sosok almarhum Pak Dahli Kustiyaman memang legendaris. Guru kesenian SMPN 1 Ciamis tempo dulu ini meninggalkan banyak jejak kenangan didalam benak siswa-siswinya. Kang Iing Solihin misalnya, masih ingat betul saat-saat belajar suling dibawah bimbingan Pak Dahli.

Ruangan yang dipakai waktu itu adalah salah satu kelas di dekat lab. Kondisinya masih sederhana, bahkan dinding atasnya masih memakai ram kawat. Di ruangan itulah Pak Dahli dengan sabar membimbing para muridnya.

Kang Iing masih ingat, rumah Pak Dahli lokasinya di Kalapajajar, dan kendaraan beliau adalah sebuah motor vespa berwarna hijau.

Teh Evi Noviana menganggap pengalaman menjadi anggota paduan suara adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Ia selalu ikut koor di lapangan Lokasana dibawah pimpinan Pak Dahli. Sebelum tampil di event-event penting, tim paduan suara selalu berlatih dengan penuh semangat di ruangan sebelah kls II E/F, yang letaknya di dekat 'gawir' dan menghadap lapangan basket.

"Nyanyinya pada semangat," kata Teh Evi menggambarkan suasana latihan paduan suara, "...maklum dirigennya Pak Dahli juga gak kalah semangat 45..."

Buat Teh Evi, paduan suara SMPN 1 Ciamis 'emang the best'. Tambahnya lagi, "Bangga rasanya... dan Pak Dahli emang guru yang berkesan..."

Kang N Satya Nugraha merasa sangat beruntung karena memiliki banyak sekali kenangan dalam pelajaran kesenian di SMP 1 Ciamis pada sekitar tahun 80 sampai dengan 83-an. Rupanya kang Satya sangat diandalkan untuk menjadi "sinden beken" oleh Pak Dahli. Pasangan duet Kang Satya pada saat manggung waktu itu adalah Neng Nuy Nurul Hasanah.

"Pokona mah tiap acara perpisahan wajib alias kudu nyanyi di panggung...," kenang kang Satya. Apa yang didapat dari pengalaman manggung tersebut?

"Lumayan lah dapat satu kantong konsumsi," jawab kang Satya sembari tersenyum.

Pengalaman paling unik nampaknya dialami oleh kang Heddy Karnasaputra. Ia menceritakan kisahnya tentang Pak Dahli.

"Dulu saya satu angkatan sama N. Satya Nugraha...," kata Kang Heddy memulai kisahnya.

"Sama, yang ngajar kesenian juga Pak Dahli... Ceritanya, waktu kelas 2, saya udah ngajar electone 'Yamaha' buat private ke rumah-rumah... Terus, saya punya 'calon' murid di Kalapajajar. Pas saya datengin.., eh, ternyata Pak Dahli yang mau belajar electone-nya..."

"Coba, gimana tuh...?! He he he...," Kang Heddy masih terkenang lucunya kejadian tersebut.

"Masa jeruk mau ngajar jeruk...?" katanya lagi.

Masih banyak kenangan yang ditinggalkan almarhum Pak Dahli di hati para siswanya. Beliau sangat berjasa dalam mengenalkan seni musik kepada siswa-siswi SMPN 1 Ciamis yang diajar dan dilatihnya.

Post a Comment

No comments