Insiden Keramnya Kaki Sang Sinden Cantik


Pengalaman Teh Dewi memang tak terlupakan. Ia pernah menjadi salah seorang anggota tim 'Sinden Rampak' dibawah asuhan Pak Encim. Sosok guru kesenian yang merupakan menantu dan penerus Pak Dahli ini dengan sabar dan penuh ceria menjadi pembimbing para sinden dan nayaga junior untuk tampil dalam berbagai kesempatan.

Nah, geng sinden yang dibentuk dalam rangka ngamumule budaya sunda di SMPN 1 Ciamis ini suatu saat ditampilkan dalam acara perpisahan kelas 3. Waktu itu Teh Dewi masih kelas 2 dan pentas ini sangat penting dalam menyemarakkan pesta perpisahan.

"Naha ari beres nyinden...," kenang Teh Dewi sembari mengingat kenangan lamanya, "Abdi teu tiasa cengkat..."

Ternyata Teh Dewi mengalami keram di saat yang sangat tidak tepat! Syndrom ini merupakan kelanjutan dari gejala yang secara ilmiah diistilahkan dengan 'singsireumeun parah'.

Bagaimana nasib Teh Dewi yang tentu bersama teman-temannya sudah mengenakan busana tradisional sunda dan dirias lengkap untuk menjadi bagian dari rampak sinden nan jelita ini? Ia melanjutkan kisahnya, "Kapaksa we dibopong ku temen-temen nayaga..."

Tragisnya, ujar Teh Dewi lagi, "Penonton sanes karunyaeun, malah nyeungseurikeun... TEGAA!!"

"Gustiiiiiiiiiiiiii... ISIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNN...," pungkasnya.

Post a Comment

No comments