Kisah Misteri Tuyul di Mushola SMPN 1 Ciamis

Ciamis, sekitar tahun 1996. Tengah malam yang sunyi senyap terusik oleh geliat sekumpulan anak laki-laki didalam sebuah ruangan SMPN 1 Ciamis. Mereka sedang mengikuti sebuah kegiatan ekstra dan baru saja terbangun dari tidur yang singkat. Suasana sekolah yang sepi, ditambah cahaya lampu yang remang-remang menyapa para siswa tersebut.

Ujang -sebut saja begitu namanya- yang masih tertidur, sudah dikerumuni teman-temannya yang bergerak diam-diam. Mereka saling memberi isyarat satu sama lain sebelum akhirnya salah seorang menggoyang-goyang badan Ujang, hingga ia terbangun dengan kaget.

Ujang segera disambut bisikan pertanyaan dari seorang temannya.

"Maneh hayang nempo tuyul di mushola? Hayu urang kaditu, tapi maneh peureum nya!" begitu kata temannya. (artinya: Kamu mau melihat tuyul di mushola? Ayo kita kesana, tapi kamu pejamkan mata saja!).

Ujang yang masih setengah sadar kemudian diapit dua temannya mengikuti langkah mereka, seolah kerbau dicocok hidung saja. Ia bahkan menurut ketika matanya ditutup dengan kain. Bulu kuduknya pada saat yang sama sudah mulai meremang. Ia bukanlah termasuk siswa yang terlalu pemberani untuk soal begituan.

Langkah-langkah baru berhenti di suatu tempat, dan Ujang disuruh membuka mata.

"Maneh babacaan heula, kakara beunta!" temannya memberi petunjuk. Ia pun menurut dan mulai membaca ayat-ayat suci sekhusyuk-khusyuknya.

Saat matanya dibuka, ia terperanjat. Dilihatnya, persis di depannya hadir sesosok makhluk berwajah hitam menatap tajam ke arahnya. Ia hampir menjerit, tapi bukan karena takut, melainkan setengah marah dan setengah menahan tawa. Sosok makhluk itu adalah dirinya sendiri di dalam gelap, menatap sebuah cermin di mushola sekolah.

"Arrgghhh!!! %$#@!!&*()^^"

Rupanya ketika ia tidur tadi, teman-temannya sudah 'menghitamkan' wajahnya dengan kreativitas tingkat tinggi. Entah ia terlalu pulas bobo, mungkin terkena virus pelor (nempel molor), atau bisa jadi konspirasi teman-temannya yang terlalu canggih. Ia benar-benar tidak sadar menjadi korban skenario teman-teman sekelasnya.

Ah, ada ada saja keisengan dalam keakraban. Kenangan semasa sekolah di SMPN 1 Ciamis yang tak terlupakan...

(Kenang-kenangan dari seorang alumni angkatan 1997. Apa kenangan Anda? Silakan kirim disini ya...)

Post a Comment

1 comment:

  1. Hahaha... kasebelan, ariseng pisan!! Sanes abdi tuyulnaaa...

    ReplyDelete