Kisah Jemuran Aneh di Depan Musholla SMPN 1 Ciamis

Kampus Nesacis, sekitar tahun 83-85an. Setiap selesai mengikuti pelajaran olah raga, para siswa biasanya mandi di sekolah agar tubuh kembali segar dan hilang dari bau-bau yang memprihatinkan, semacam bau keringat ataupun lebih populer disebut BB.

Aktivitas berjamaah para siswa itu dilakukan di WC sekolah yang terletak dekat kantor bupati, dan biasanya diteruskan dengan ritual berjemur di depan mushola. Dapat dibayangkan wajah-wajah tampan itu berjejer mengeringkan tubuhnya selepas mandi, atau dalam istilah dunia barat disebut: cinutrung. Mereka harus segera bersiap untuk mengikuti mata pelajaran lain.

Tentu saja, ritual mandi di sekolah lebih didominasi siswa putra, sebab para siswi pasti lebih panjang urusannya kalau harus mandi di sekolah. Antrian yang timbul dikhawatikan dapat menimbulkan ketidakstabilan di muka WC.

Cerita lucu dan mengenaskannya, pernah sehabis mandi ternyata CD (lancingan lebet) keramat milik seorang siswa raib entah kemana. Hilang! Ternyata ada para oknum -diduga keras teman sang korban- yang mengambil perangkat fashion yang vital tersebut sembari keluar duluan dari kamar mandi. Singkat kata, sambil berlalu menyambar CD korban.

Sang korban, tidak usah disebutkan namanya demi privacy dan kerahasiaan sumber cerita, berinisial YN dan sekarang berdomisili di daerah Belender. Ia yang aktivis pramuka dan kemudian menjadi guru bahasa Inggris di SMP terbaik di Ciamis, menuturkan keisengan teman-temannya tersebut. (btw, perasaan jadi jelas siapa nih narasumbernya ya...)

Akhirnya sang korban terpaksa memakai celana pendek seragam SMP tanpa CD (pasti nyaman tuh, kalau kata politisi mah 'ngeri ngeri sedap'). Bagaimana nasib CD? Pakaian yang tidak disebutkan secara jelas merk dan spesifikasinya tersebut akhirnya ditemukan secara dramatis sudah dijemur di depan mushola...

gambar: google

Post a Comment

No comments