Engkau Temanku di Nesacis, dan Selamanya...


Setiap alumni SMPN 1 Ciamis yang mengikuti acara study tour umumnya menikmati acara tersebut dengan hati gembira. Para siswa menghabiskan waktu bersama teman-teman sekelas tanpa kenal lelah di tujuan wisata, dan tahu-tahu waktu kunjungan sudah hampir habis. Rasa lelah terkumpul di ujung perjalanan, dalam jam-jam tidur di dalam bis yang mengangkut kembali ke kota Ciamis tercinta.

Hal tersebut sayangnya tidak dialami oleh semua siswa. Salah seorang alumni, Kang Galuh Anugrah, mengalami kejadian yang tidak diharapkan ketika mengikuti kegiatan study tour SMPN 1 Ciamis di kawasan Candi Borobudur Magelang pada sekitar tahun 2003/2004. Tanpa diduga dirinya mengalami sesak nafas yang cukup mengkhawatirkan, padahal ia mengaku tidak memiliki sakit asma.

Akhirnya alumni SDN Galuh I ini harus mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisi kesehatan yang cukup memprihatinkan. Saat itulah ia menyaksikan betapa teman-temannya tetap setia menemani meskipun harus kehilangan kesempatan menikmati indahnya suasana Candi Borobudur.

Pengalaman didampingi para sahabat di saat-saat sulit sungguh mengesankan dan meninggalkan kenangan yang mendalam. Peristiwa tersebut diingatnya sebagai bukti persahabatan dengan sesama alumni SMPN 1 Ciamis, khususnya teman-teman terdekat. Ia kemudian ditakdirkan mengalami tinggal di Yogya yang dengan lokasi Borobudur, ketika menuntut ilmu mikrobiologi di Universitas Gadjah Mada. Candi yang menjadi tujuan wisata utama di Indonesia itu selalu mengingatkan pada kejadian lama, meskipun berlangsung beberapa tahun silam.

"Sampai saat ini walau terpisah jarak dengan teman-teman, kita masih saling berhubungan...," ungkap penggiat Ikasacis (forum alumni SMAN 1 Ciamis di Yogyakarta) ini.

Apa arti Borobudur untuknya?

"Borobudur tidak hanya lambang kejayaan dinasti Wangsa Syailendra," akunya, "Tapi Borobudur bagi saya merupakan lambang Kesetiakawanan..."

Post a Comment

No comments