Belajar dari Kekompakan Angkatan 80/81


Memandang foto diatas, kita diingatkan kehadiran angkatan 80/81 pada acara Reuni Akbar Alumni SMPN 1 Ciamis pada tahun 2010 yang lalu. Kehadiran mereka cukup membuat iri angkatan-angkatan lain. Iri dalam arti positif tentunya, karena menyaksikan profile sebuah angkatan alumni yang tetap kompak meski sudah terpisah oleh jarak dan waktu.

Beberapa angkatan yang lain juga dapat membina kekompakan angkatan dengan cukup baik, meski tidak harus selalu ditampilkan dalam kebersamaan di suatu acara saja. Bagaimana sih caranya agar angkatan alumni dapat tetap solid dan kompak? Jika mengadaptasi artikel pada blog afandyna, maka cara membina kekompakan dapat dilakukan dengan:

1. Persamaan Visi Misi
Sebuah angaktan memerlukan adanya visi dan misi yang jelas, sehingga anggota dengan sendirinya akan dipersatukan oleh visi dan misi tersebut. Bagaimanapun visi dan misi adalah pondasi utama yang sangat menentukan kelanggengan angkatan di masa yang akan datang. Jika dalam individu anggota angkatan sudah memilki visi misi yang sama, maka akan sangat mudah untuk dipersatukannya.

2. Fair dan Saling Percaya
Keterbukaan dan saling mempercayai sesama anggota angkatan sangat diperlukan untuk membentuk kekompakan anggota, karena seringkali keretakan anggota terjadi hanya karena misunderstanding, tidak ada kejelasan yang pasti dalam menerima sebuah informasi atau dalam menyelesaikan seuah konflik yang akhirnya selalu menimbulkan kecurigaan sesama anggota.

3. Kerjasama, Komunikasi dan Konflik
Keharmonisan dalam berorganisasi sangat erat ketergantungannya dengan jiwa kerjasama, komunikasi dan konflik. Segalanya memang perlu pembiasaan, jika ingin memiiki anggota yang kompak, maka asas bekerjasama harus terus dibakar dalam tiap individu anggota, jangan pernah melihat kadar berat ringannya perbuatan tersebut, karena bagaimanapun juga dalam kehidupan berorganisasi segalanya harus dipikul bersama, meskipun sejatinya perkara tersebut bisa dilaksanakan sendiri.

Komunikasi sesama anggota juga sangat dibutuhkan, jiwa kebersaaan akan tumbuh subur dalam individu anggota jika komunikasi terus berjalan, meskipun hanya sekadar 'say hello'.

Juga dalam memandang konflik biasanya semua orang selalu memakai kacamata negatif, seolah-olah dalam konflik itu tidak akan menghasilkan sisi positif, padahal jika para anggota, terlebih lagi pemimpinnya, mampu mengemas konfik itu dengan kemasan yang baik, maka konflik tersebut bukan akan mendatangkan keretakan, namun sebaliknya mempererat persatuan dan membina kekompakan, sebagaimana konflik yang biasa terjadi dalam percintaan, jika pandai mengemasnya, maka konfik itu laksana bumbu-bumbu penyedap cinta, bukanlah kerikil-kerikil penghambat cinta.

4. Dukungan dan Ikatan hati
Kekompakan anggota akan efektif jika sesama mereka memiliki ikatan hati yang kuat, satu sama lain saling menghormati, menasihati dan berjuang bersama demi kemajuan angkatannya. Namun apa yang akan terjadi jika sesama anggota saling menghina dan menjatuhkan, jangankan kekompakan, persatuanpun rasanya akan sulit untuk digalang bersama.

Ikatan hati yang kuat sesama anggota akan sangat mudah mencapai kemajuan.
Dukungan dari setiap anggota juga sangat berpengaruh, karena dalam organisasi juga bisa dianalogikan seperti sebuah bangunan semuanya harus saling menguatkan dan mendukung. Jika ada satu tiang yang roboh, maka bangunan tersebut tidak akan bisa berdri tegak sebagaimana idealnya sebuah bangunan yang kokoh. Tak ubahnya dengan organisai, segala pihak saling terkait. Dan ini sesuai dengan yang dipaparkan oleh bangsa Jepang mengenai definisi organisasi.

5. Kepemimpinan Yang Layak
Point yang ini diletakkan pada posisi terakhir, bukanlah untuk meremehkan, namun untuk lebih mengutamakan. Penulis memakai teori piramida terbalik, semakin kebawah semakin meruncing alias semakin urgen.

Orang tua adalah cermin anak di masa yang akan datang, begitu juga pemimpin adalah cermin anggotanya di masa yang akan datang. Dengan statement seperti ini sudah jelas tentunya bahwa kekompakan anggota juga bisa dipupuk dari kepribadian sang pemimpinnya. Jika sang pemimpin memiliki jiwa sosial yang tinggi, komunikatif, agresif dan progresif maka kekompakan anggota akan sangat mudah dibina.

Semoga kita dapat membangun kekompakan angkatan khususnya dan juga seluruh alumni SMPN 1 Ciamis pada umumnya, yang membawa manfaat bagi semua. Amiin...

Post a Comment

No comments