Teh Een, Seniwati Akademisi yang Melanglang Dunia

Berhadapan dengan Teh Hj. Een Herdiani S.Sen, M.Hum., kita akan menemui sosok yang ramah dan menyenangkan untuk diajak berbincang-bincang. Ibu dua anak yang berprofesi sebagai staf pengajar di STSI Bandung ini menyambut terbuka permintaan alumnismpn1ciamis.com untuk 'diperkenalkan kembali' melalui website ini. Beliau juga tanpa ragu menyatakan bergabung dengan IKA NESACIS yang sedang dirintis.

Kandidat doktor ilmu sejarah pada program pasca sarjana Universitas Padjadjaran ini sedang berkonsentrasi menyelesaikan disertasinya tentang Sejarah Tari Sunda, namun demikian tetap meluangkan waktu untuk sedikit membagi pengalamannya selama menuntut ilmu di SMPN 1 Ciamis dan perjalan karirnya selama ini.

***

Teh Een, alumni SMPN 1 Ciamis dari Angkatan 1982, memang memiliki bakat khusus dalam seni, terutama seni tari. Bakat ini sudah terasah sejak kecil, bahkan ketika menuntut ilmu di SMPN 1 Ciamis pun sudah kerap tampil dalam acara 'samen' atau kenaikan kelas. Teh Een masih ingat kenangan menari di event tahunan itu, bersama dengan Teh. dr. Veni Damayanti. Menariknya, tarian yang dibawakan Teh Een adalah peran Kumbakarna, karena beliau dianggap bagus menarikan tarian laki-laki.

Kedekatan Teh Een dengan seni tentu membawa kenangan tersendiri mengenai sosok guru di bidang kesenian. Beliau masih mengingat figur Pak Dahli yang sangat peduli memajukan kesenian Sunda dan Pak Sunarya, seorang guru luar biasa yang mengajarkan seni tari di SMPN 1 Ciamis masa itu. Kesenian Sunda di sekolah kita masa itu terutama direpresentasikan dengan seni angklung, gamelan dan tari. Teh Een juga berharap meskipun SMPN 1 Ciamis sudah menjadi sekolah dengan kategori RSBI, tetapi tetap berkomitmen memelihara atau ngamumule budaya dan seni Sunda.


Siapa guru favorit Teh Een? Sejenak beliau berpikir, dan mengakui agak sulit untuk menetapkan yang mana favorit atau tidak, sebab sebagai alumni menganggap semua guru adalah baik. Meski demikian, Teh Een menunjuk beberapa figur diluar Pak Dahli dan Pak Sunarya yang sudah disebut duluan. Pak Odjo dikenang Teh Een karena mengajar Bahasa Inggris sambil 'ngabodor matak deungdeuleueun', dan Ibu Mari (Agama) dan Ibu Mimin (Bahasa Sunda) masih terpatri dalam ingatan karena kesabaran mereka.

Pelajaran favorit Teh Een sewaktu di SMPN 1 Ciamis adalah Kesenian, Olahraga, Bahasa Inggris, Bahasa Sunda dan Agama. Khusus yang menyangkut Kesenian, di SMPN 1 Ciamis itulah Teh Een sudah berkecimpung dalam segala hal, mulai dari menjadi pemain calung, pemain drama, pemain pencak silat, menari dan lain-lain. Meski kemampuan ini terkadang dipandang sebelah mata oleh orang lain, ternyata buktinya justru itulah modal yang dapat membawa kesuksesan, jika ditekuni secara konsisten.

Selepas dari SMP, Teh Een meneruskan menuntut ilmu di SMKI (Sekolah Menengah Karawitan Indonesia) Bandung. Semangat dan keinginan kuat adalah modalnya selama menjalani empat tahun bersekolah di tempat tersebut. Modal itulah juga yang membuatnya mendapatkan beasiswa sejak kelas satu, dan sudah bisa mencari uang dengan modal menari di berbagai tempat. Hal ini tentu merupakan kebanggan tersendiri, karena sekaligus meringankan dan tidak terlalu banyak merepotkan orang tua. Mengenang hal itu, Teh Een kembali berucap syukur pada Allah SWT.

***


"Jangan menganggap sepele terhadap kemampuan yang dimiliki! Tekuni... Jalani... Nikmati... Pasti akan menghasilkan prestasi yang memuaskan!" begitulah jawaban Teh Een ketika ditanya tentang konsep hidupnya dalam meraih keberhasilan. Dengan konsep dan perjuangan akhirnya Te Een bisa keliling ke berbagai negara di dunia, bahkan dari seni dapat menempuh pendidikan tertinggi tingkat akademik.

Pendidikan Tinggi baru-baru ini memberikan kesempatan keapada Teh Een untuk mendapat beasiswa penelitian di negeri Belanda, dalam rangka merampungkan disertasinya. Teh Een kembali mendapat 'keberuntungan' karena terpilih dari ratusan pelamar mahasiswa Unpad untuk mendapatkan program tersebut. Kegiatan utama di negeri kincir angin itu adalah study research di berbagai perpustakaan. Teh Een juga mendatangi berbagai museum di Belanda, dan mendapatkan barang-barang kuno yang berhubungan dengan tari Sunda, yang sangat menarik untuk ditindak lanjuti sebagai bahan penelitian.

Kelebihan Teh Een dalam berkesenian, khususnya seni tari, memberi kesempatan tambahan untuk mengajar tari Sunda di Universitas Leiden dan bahkan diundang untuk menampilkan pertunjukan di berbagai kota di Belanda dalam berbagai event festival atau acara-acara perayaan yang lain. Teh Een juga ikut tampil dalam hari ulang tahun Suriname yang dirayakan oleh masyarakat Suriname yang tinggal di Belanda. Banyaknya jaringan dan kenalan yang diperoleh dari berbagai acara tersebut mengantarkan Teh Een untuk sempat diwawancara di Radio Netherland Wereldomroep (RNW) di kota Hilversum.

***

"Sungguh merupakan kebanggan yang luar biasa ada tim kecil yang mau mengelola web ini sebagai ajang silaturahmi dan tukar pengalaman. Semoga IKA NESACIS semakin sukses untuk menjaring para alumni. Bukti nyata ketika dilaksanakannya reuni akbar... Salut...!" itulah tanggapan Teh Een ketika diminta komentarnya tentang pembentukan IKA NESACIS yang sedang dirintis.


"Saya pesan," demikian lanjut Teh Een, "Tolong bagi teman-teman yang belum bergabung di IKA NESACIS, bergabunglah! Pasti akan banyak manfaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Siapa tahu jalinan hubungan antara alumni dapat mewujudkan kegiatan yang bermanfaat bagi kemaslahatan hidup di dunia maupun akherat kelak... Amiin"

Itulah sedikit hasil perbincangan alumnismpn1ciamis.com bersama Teh Een. Semoga apa yang dibagikan dapat menjadi motivasi bagi kita semua, baik alumni maupun adik-adik siswa-siswi SMPN 1 Ciamis yang masih menuntut ilmu.

Akang/Teteh alumni SMPN 1 Ciamis ditunggu bergabung dalam wadah IKA NESACIS, mengikuti jejak Teh Een dan para alumni lain yang sudah confirm. Silakan klik link ini untuk lebih jelasnya: TAHAPAN PENDAFTARAN IKA NESACIS

Post a Comment

2 comments:

  1. luar biasa! semoga dapat memberi dorongan semangat pada para pecinta budaya sunda, dan juga memotivasi alumni lain dalam berkarya...
    ikut bangga sebagai alumni nesacis!!

    ReplyDelete
  2. Ngiring reueus... mugia tambih seueur anu mikacinta tur ngamumule budaya sunda ti kalangan alumni smpn 1 cms

    ReplyDelete