Pak Encim, Guru Ceria Yang Tersadis...

Kalau ada yang menyebut Pak Encim sebagai guru tersadis di SMPN 1 Ciamis, itu memang sekadar intermezzo saja. Membayangkan sosoknya, kita akan menemukan figur yang jauh dari kesan angker, bagaikan jauhnya bumi dan langit. Sebaliknya kita akan menemukan profil guru yang full senyum, ramah dan sangat menyenangkan.

Teh Megya Kusuma masih mengingat baik tentang wali kelasnya tersebut. Katanya, "Pa Encim adalah wali kelas saya dulu di kelas 3E. Beliau bageur pisan, murah senyum dan tak pernah marah... "

Ditemui dalam Reuni Akbar beberapa bulan yang lalu, Pak Encim tampak tetap segar dan mempesona kagila-gila seperti dulu. Wajah beliau yang berhias kumis tipis khasnya, sesekali mengeluarkan banyolan yang dapat membuat terpingkal-pingkal. Keakraban yang murni memang terpancar dalam interaksi beliau dengan para alumni SMPN 1 Ciamis.

Guru kesenian kita yang satu ini memang dikenal memiliki banyak fans, dan rupanya faktor tawa serta kumis memang memiliki pengaruh terhadap popularitas beliau. Kang Herry Zulkarnaen menggambarkan Pak Encim sebagai, "... gumujengna antik, dipadukan dengan kumis tipis yang nyentrik... Best guru!"

Kang Indra bahkan memberi penguatan, "Senyum Pak Encim paling keren!"

Kesan para alumni tentang Pak Encim memang hampir seragam tentang satu hal: ceria! Teh Fenty mengakui bahwa, "Pa Encim mah selalu ceria..."

Ketika ditanya tentang resep awet muda dan tetap ceria, Pak Encim menjawab dengan gayanya yang khas, "Is, tuda Bapa mah rajin keneh tual toelna oge pan... Kieu yeuh noelna... Tah!!" Tak lupa beliau sembari memperagakan cara menoel yang baik dan benar.

Nah, lantas dimana letak sadisnya? Alumni yang menjuluki beliau sebagai Guru Tersadis adalah karena aktivitas Pak Encim sebagai guru kesenian yang diduga keras dan memang terbukti sering melakukan pemukulan terhadap kendang dan alat-alat instrumen atau gamelan yang dibunyikan dengan cara ditakol, utamanya: kendang...

Pak Encim sudah tidak aktif lagi mengajar mata pelajaran kesenian di SMPN 1 Ciamis, dan saat ini memegang amanah jabatan lain. Kedekatan beliau dengan seni memang tidak bisa dipisahkan dan tidak pernah berakhir, dan Pak Encim sekarang dikenal sebagai salah seorang pentolan Belengep Grup.

Sayang sekali pada perhelatan Reuni Akbar kemarin Pak Encim tidak sempat naik pentas, meskipun sudah dijadwalkan. Hal ini terkait banyaknya 'acara tambahan' yang muncul dan tidak bisa dihindarkan oleh sang penata acara, Kang Aloy, sehingga akhirnya beberapa live performance dibatalkan. Semoga di masa mendatang penampilan Pak Encim dapat direalisasikan...

Post a Comment

No comments