SMPN 1 Ciamis Tempo Doeloe


Foto diatas menunjukkan keadaan SMPN 1 Ciamis tahun 1955. Foto yang jadul sekali ya? Sayangnya kita belum mendapatkan banyak kisah SMP kita dari jaman itu. Bagaimana kondisi bangunannya, jumlah siswanya, dan hal-hal lainnya. Harus ada data yang kita temukan dari saksi sejarah. Masih banyak pertanyaan tentang sekolah ini yang belum terungkap

Menurut penuturan Bapak Odi Adiwijaya, "Bangunan SMPN 1 Ciamis mulai didirikan pada jaman pemerintahan Bupati Galuh Rd. Adipati Kusumasubrata tahun 1911. Saat itu sekolah dibangun untuk Sakola Istri Lanjutan (Meisjes Vervolg School), kemudian pada tahun 1945 dipakai sebagai Markas BKR/TKR. Bangunan ini juga dipakai oleh Belanda/NICA, dan juga oleh Tentara Jepang."

Menurut perhitungan Bapak Odi, yang merupakan alumni sekaligus guru di SMPN 1 Ciamis, tahun berdirinya sekolah ini diperkirakan pada tahun 1949/1950. Hal ini didasarkan pada waktu keluarnya tentara pendudukan Jepang dari Indonesia pada tahun 1949-an.

Perhitungan tersebut perlu dicermati ulang, karena ternyata alumniSMPN1Ciamis.com menemukan bahwa masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan M. Hatta atas nama bangsa Indonesia (wikipedia). Terlebih lagi sempat masuk informasi bahwa SMPN 1 Ciamis dimulai dari angkatan 1945. Semua informasi ini harus dicek ulang.

Pak Odi melanjutkan informasinya, "Pada tahun 1957/1958 murid SMPN 1 Ciamis dibagi dua menjadi SMP 1 dan SMP 2. Saat itu SMP 2 berada di Olvado (sekarang menjadi SMP 5)."

Ada info menarik lain yang diterima dari Ibu Aam Amirah. Beliau yang bersekolah di SMPN 1 Ciamis pada tahun 1962 sampai tahun 1965 (seangkatan dengan Pak Odi), masih dengan sangat baik dapat menjelaskan keadaan sekolah waktu itu.

Beliau menuturkan keadaan para siswa sewaktu bersekolah di jaman itu, "Saya tidak tahu pasti kapan waktu berdirinya sekolah kita (SMPN 1 Ciamis, red.) tetapi keadaan waktu saya bersekolah bisa dikatakan 'tiis tiis jahe'. Yang merebak dan menghangat justru isu pengusiran besar-besaran warga keturunan Cina yang bukan WNI dari Ciamis."

Meski keadaan di sekolah dingin-dingin saja, tetapi ada juga beberapa organisasi siswa yang eksis. Organisasi siswa yang berafiliasi dengan PKI adalah IPI. Ibu Aam sendiri tidak terlalu berminat berorganisasi, hanya sekedar ikut-ikutan di organisasi resmi sekolah.

Lanjut Ibu Aam, "Mulai ramai PKI yaitu pada waktu saya mulai sekolah di SMAN Ciamis, bahkan bersekolah di kelas satu sampai satu tahun setengah. Saya keluar SMA pada akhir tahun 1968 dan mulai kuliah pada tahun 1969. Situasi belajar agak terganggu karena banyak libur akibat aksi demo memberantas PKI."

Bu Aam juga mengaku pernah ikut 'abring-abringan' dalam demo pemberantasan PKI di waktu tersebut.

Bagaimana kondisi di SMPN 1 Ciamis sewaktu beliau dan Pak Odi bersekolah? Ternyata jumlah kelas sudah cukup banyak. Jumlah kelas sudah mencapai kelas D atau F, dengan jumlah siswa per kelas kurang lebih 30 orang. Kegiatan ektrakurikuler yang ada adalah prakarya dan pramuka.

Kegiatan prakarya yang dimaksud adalah mengambil batu dari Sungai Cileueur, kemudian menggunakannya untuk membuat jalan masuk ke arah SMPN 1 Ciamis. Kegiatan ini dinilai, sehingga memberi efek motivasi kepada para siswa. Selepas membuat jalan atau ngabalay, para siswa jajan baso cawerang di alun-alun depan sekolah. Harga baso waktu itu adalah Rp. 1,- (satu rupiah)"

Semoga informasi mengenai sejarah SMPN 1 Ciamis dari jaman ke jaman akan terus bersambung. Tambahan-tambahan data dari narasumber manapun akan terus dinantikan oleh ikanesacis-online. Silakan menuliskan yang Akang/Teteh ketahui di kotak komentar, atau kirimkan tulisan ke alamat email alumni.smpn1cms@gmail.com

Post a Comment

No comments